Shah Alam, Malaysia — Ruangatas.com | Tawa riang dan warna-warni kreasi mewarnai halaman TASKA-TADIKA KIDANA saat 15 anak mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Eco-Batik: Fun and Creative Learning through Sustainable Art”, Selasa (20/7/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas menggambar dan mewarnai, tetapi juga menjadi wahana untuk menanamkan cinta lingkungan sejak dini melalui seni yang menyenangkan.
Diawali dengan pemaparan mengenai skenario pembelajaran Eco-Batik, dua narasumber utama, Aini Loita, M.Pd. dan Budi Iskandar, S.Si., M.Pd., menjelaskan konsep pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan. Penjelasan ini memberikan gambaran bahwa Eco-Batik bukan hanya aktivitas kreatif, tetapi juga bagian dari pendekatan edukatif berkelanjutan yang mengedepankan nilai ramah lingkungan dalam proses belajar anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teknik seni, tetapi juga belajar tentang kepedulian terhadap lingkungan. Bahwa berkarya itu bisa dilakukan tanpa merusak alam,” ujar Aini Loita dalam penjelasannya.
Dengan semangat dan antusiasme tinggi, anak-anak mulai menuangkan kreativitasnya di atas kain, menggunakan pewarna alami serta media ramah lingkungan. Setiap goresan, corak, dan warna menjadi representasi unik dari imajinasi dan ekspresi mereka.

Budi Iskandar menambahkan bahwa Eco-Batik memberikan ruang ekspresi anak-anak yang sangat penting dalam masa perkembangan usia dini. “Kami ingin mengajak anak-anak mengenal seni secara menyenangkan sekaligus menyentuh aspek edukasi lingkungan. Ini menjadi pengalaman belajar yang kaya makna,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para pendamping dan guru tampak aktif membimbing dan memberikan semangat, membuat suasana kegiatan terasa hangat dan inklusif. Anak-anak pun menunjukkan hasil karya batiknya dengan bangga, memperlihatkan bahwa proses belajar bisa sangat menyenangkan jika dibalut dengan aktivitas yang kreatif dan bermakna.
Kegiatan community service ini menjadi bagian dari rangkaian program kolaborasi internasional antara dosen-dosen dari Indonesia dan Malaysia, dengan tujuan mengembangkan pendekatan pembelajaran kreatif dan berkelanjutan di lembaga pendidikan anak usia dini.
Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan seni dan kesadaran lingkungan dalam kurikulum pembelajaran anak sejak usia dini. ***





