Tasikmalaya — Ruangatas.com | Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), SD Laboratorium UPI Tasikmalaya menggelar Pelatihan Interaktif Model Waterfall dalam Menulis Berbasis Skemata, Rabu (20/11/2024).
Pelatihan tersebut memanfaatkan learning management system (LMS) sebagai platform utama pembelajaran. Penggunaan LMS menuntut kesiapan perangkat teknologi komputerisasi, sekaligus menjadi bagian dari adaptasi dunia pendidikan terhadap era digitalisasi. Momentum ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan kompetensi guru secara lebih eksplisit dan terarah.
Dalam kegiatan tersebut, para guru mengikuti proses pembelajaran interaktif yang berfokus pada strategi menulis berbasis skemata. Melalui pendekatan ini, guru diarahkan untuk mampu mengomunikasikan informasi yang berkaitan dengan aktivitas pembelajaran secara sistematis dan terstruktur.
Pematerian dilakukan oleh Dr. Dian Indihadi, M.Pd., Dosen UPI Kampus Tasikmalaya. Dalam sesi pelatihan, peserta dibimbing memahami konsep model waterfall dalam menulis berbasis skemata sebagai pendekatan yang menekankan tahapan berpikir runtut dan terstruktur.
Menulis berbasis skemata sendiri memiliki enam tahapan utama, yakni tema, maksud atau latar belakang, tujuan sebagai batas akhir, visi sebagai gagasan idealis, misi yang mencakup tiga tesis (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), serta tubuh naskah. Proses ini melibatkan kemampuan kognitif dari level C1 hingga C6, sekaligus menyentuh aspek afektif dan psikomotor.
Kepala SD Laboratorium UPI Tasikmalaya, Chusna Arifah, S.Pd.Gr., M.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi guru.
“Kita akan kembali belajar. Ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam pengimbasan pembelajaran,” ujarnya saat memberikan sambutan sebelum pelatihan dimulai.
Sebagai luaran kegiatan, hasil pelatihan menulis berbasis skemata diunggah melalui platform LMS. Platform pembelajaran digital tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan guru sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan. (Red/Annisa AD)***





