Tasikmalaya – Ruangatas.com | Kampung Bunihurip, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, kembali mencuri perhatian lewat kualitas kopinya yang disebut memiliki nilai mutu tertinggi di Indonesia.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi saat mengunjungi para petani kopi Bunar di kawasan tersebut, Kamis (14/05/2026).
Dalam kunjungannya, Wabup Asep melihat langsung proses pengolahan kopi mulai dari penjemuran hingga mencicipi hasil kopi unggulan yang selama ini dikenal memiliki kualitas premium dan telah menembus pasar ekspor.
Menurutnya, masyarakat Bunar telah membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan produk berkualitas dunia.
“Hampir seluruh masyarakat di sini adalah pejuang kopi yang luar biasa. Siapa sangka, dari sebuah kampung kecil, lahir sejarah besar bagi dunia kopi nusantara,” ujar Asep.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani kopi Bunar yang dinilai berhasil menjaga kualitas sekaligus terus berinovasi hingga produknya mampu dikenal di tingkat internasional.
“Hatur nuhun warga Bunar, kalian telah membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk menciptakan prestasi yang mendunia. Teruslah menanam, teruslah berinovasi. Pemerintah akan selalu hadir mendukung kejayaan kopi kita,” katanya.
Kopi Bunar sendiri diketahui telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga menembus pasar ekspor ke Jepang. Bahkan saat ini para petani disebut tengah menjajaki peluang ekspor ke Thailand.
Selain menyoroti kualitas kopi, Wabup Asep juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperjuangkan legalitas dan sertifikasi lahan bagi para petani kopi di kawasan Bunar.
Menurutnya, persoalan legalitas lahan menjadi salah satu hambatan masuknya berbagai program pengembangan pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau izin dan legitimasi lahannya belum selesai, banyak program tidak bisa masuk ke sini. Maka ini sedang diperjuangkan bersama agar petani mendapatkan hak sertifikasi lahannya,” ungkapnya.
Asep juga menilai semangat para petani muda atau petani milenial di kawasan Bunar patut menjadi contoh bagi generasi muda lainnya karena mampu menghadirkan produk unggulan melalui proses dan perjuangan panjang.
“Yang penting ada perjuangan, hasil akan mengikuti. Hari ini kopi Bunar sudah ekspor ke Jepang dan sedang menjajaki pasar Thailand,” tambahnya.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kopi lokal Tasikmalaya agar semakin berdaya saing dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (Red)***





