Tasikmalaya – Ruangatas.com | Band pop punk asal Singaparna, Fifteen June, resmi memperkenalkan single terbaru mereka berjudul “Neng, I Love You” dalam sebuah pertunjukan musik bertajuk Kopi & Kord Jilid 2, yang digelar oleh Rumpun Music Project Tasikmalaya di Rey Cafe & Resto, Minggu malam (13/7/2025).
Acara ini menjadi wadah berkumpulnya para musisi lokal lintas genre, yang tampil memeriahkan suasana, di antaranya 7 Beat, Terrified, Reckless Rankle, Pulang Kampung, dan Direckten Dream. Kehadiran band-band tersebut memberi warna tersendiri bagi malam peluncuran yang hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Fifteen June, yang berdiri pada 2024 dan digawangi oleh Galih (vokal), Ogi (bass), Adit (gitar), dan Dika (drum), dikenal lewat lagu-lagu bernuansa sosial-politik dan percintaan. Namun, kali ini mereka menampilkan sesuatu yang berbeda lewat sentuhan lokal yang kuat.
Single “Neng, I Love You” lahir dari pengalaman pribadi sang vokalis, Galih, yang terinspirasi dari cerita cintanya bersama sang istri. Lagu tersebut sekaligus menjadi bentuk ekspresi kultural yang memadukan lirik dalam bahasa Sunda dengan irama pop punk yang enerjik.
“Ada momen lucu waktu istri saya tanya lagu ini buat siapa. Saya jawab, ‘buat siapa aja’. Jadinya dia sempat manyun juga,” ujar Galih sambil tertawa.
Lebih dari sekadar kisah romantis, lagu ini juga membawa pesan penting soal pelestarian bahasa daerah. “Kita ini orang Sunda. Nggak masalah walau musik kita pop punk, tapi kenapa nggak kita angkat bahasa ibu sendiri? Enggak selalu harus pakai bahasa Inggris supaya dianggap keren,” kata Galih menegaskan.
Ia juga menyoroti kebiasaan para orang tua masa kini yang lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia saat berkomunikasi dengan anak-anak mereka, sehingga Bahasa Sunda kian terpinggirkan. “Budak ayeuna mah ti leuleutik geus sok ngomong ‘awas jatuh’, lain ‘awas ragrag’. Jadi sok RI (sok Republik Indonesia) ti bubudak,” celetuknya.
Sementara itu, Dika menambahkan bahwa aransemen lagu ini dibuat dengan lebih kompleks. “Drumnya kita rancang agak beda dari biasanya, ada beberapa pattern yang unik,” katanya. Meski band ini sudah punya beberapa lagu lainnya, mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk merilis dalam bentuk album.
Fifteen June berharap lagu “Neng, I Love You” bisa diterima luas oleh penikmat musik, tak hanya di Tasikmalaya atau Priangan Timur, tapi juga di tingkat nasional. Mereka ingin membuktikan bahwa musik modern bisa menjadi medium yang efektif untuk menjaga identitas budaya lokal tetap hidup.***