Tasikmalaya – Ruangatas.com | Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cipasung kembali membawa gebrakan positif di Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, dengan menggelar Seminar Literasi Pendidikan di Era Digital, Minggu (14/9/2025).
Acara ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan menjadi wadah penting bagi masyarakat desa untuk memahami urgensi literasi digital dalam dunia pendidikan.
Kepala Desa Pakemitan, Yanto Susanto, S.H, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang mengangkat isu literasi digital. Menurutnya, kemampuan literasi digital kini menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memilah, memahami, serta memanfaatkannya secara bijak.
Selain sambutan dari pemerintah desa, sesi inti diisi dengan pemaparan materi dari dua narasumber utama. Aa Syaepul Milah, S.H., M.H menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi arus informasi.
“Banyak kematian terjadi karena kebodohan, bukan kejahatan. Maksudnya, mati rasa terhadap informasi yang datang, sulit mencerna, lalu lebih percaya pada kabar yang tidak jelas dan tidak lengkap,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Generasi Z di desa harus dibekali kemampuan memverifikasi sumber, memahami algoritma media sosial, serta menghindari jebakan hoaks.
“Literasi digital perlu mencakup pemahaman algoritma media sosial. Tanpa sadar, algoritma bisa memperkuat bias dan mempersempit wawasan. Kesadaran ini penting agar generasi muda lebih kritis dan selektif,” jelasnya.

Sementara itu, Ihsan Farhanuddin, S.Ud, mengaitkan literasi dengan nilai-nilai Islam dan karakter masyarakat Sunda.
“Al ilmu fi ash shudur Laa fi as suhtur – Ilmu itu diturunkan Allah (paham mendalam terhadap ilmu) itu ke dalam hati manusia bukan (hanya) di dalam tulisan,” ungkap Ihsan mengawali diskusi.
Ia menekankan bahwa niat yang tulus dalam belajar dan silaturahmi harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam kegiatan seminar ini.
Ihsan juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan karakter Sunda yang dikenal dengan semangat silih asah, silih asih, silih asuh, yang sejalan dengan akhlak Rasulullah.
“Ini menjadi modal dasar bagi kita untuk membangunkan kembali kesadaran kita yang mana karakter tersebut, nilainya terkandung dari akhlak Rasulullah yang luas laksana samudera,”pungkasnya.
Melalui seminar ini, KKN Universitas Cipasung berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Desa Pakemitan agar siap menghadapi era digital yang semakin dinamis. ***
Kontributor: Rahma/KKN Uncip Pakemitan





