Menyikapi Perubahan Zaman, Komunitas Perupa Tasikmalaya Gelar Pameran “Art Dialog II” di Buleud Art Gallery

Tasikmalaya — Ruangatas.com | Ekosistem seni rupa di Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan geliatnya. Sejumlah seniman lokal yang tergabung dalam komunitas perupa setempat menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Art Dialog II: Menyikapi Perubahan”. Pameran ini berlangsung dari tanggal 11 hingga 30 Juli 2026 di Buleud Art Gallery Komunitas Cermin, Jl. Pemuda No. 24 A, Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Pameran yang dikuratori oleh Aa Nurjaman ini dibuka secara umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Rangkaian acara sendiri telah resmi dibuka pada Sabtu, 11 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Artist Talk pada malam harinya.

Pameran Lukisan Karya Perupa Tasikmalaya

Refleksi Estetik terhadap Era Digital dan Distopia

Melalui tema “Menyikapi Perubahan”, pameran ini menjadi ruang kontemplasi bagi para seniman dalam merespons dinamika zaman yang terus bergerak, khususnya tantangan di era digital. Kurator pameran, Aa Nurjaman, mengungkapkan bahwa perubahan tidak sekadar dipandang secara pasif, melainkan direnungkan melalui metafora visual.

“Ketidakpastian zaman itu terutama dipicu oleh ‘Era Digital’ yang semula diharapkan guna mencapai kemudahan dalam segala bidang, tetapi pada akhirnya menjadi “Era Distopia”, penggambaran masyarakat atau dunia yang sangat buruk, tidak adil, bahkan sering kali sebagai gambaran pesimis di masa depan,” tulis Aa Nurjaman dalam catatan kuratorialnya di Cineam, 7 Juli 2026.

Melalui karya-karya yang dipamerkan, para perupa mencoba membedah fenomena kekuasaan digital, identitas digital, narasi digital, hingga pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan algoritma yang kini mendominasi serta memengaruhi keputusan serta persepsi manusia.

Pameran Lukisan Karya Perupa Tasikmalaya

Lintas Generasi dan Rekam Jejak Seni Tasikmalaya

Pameran “Art Dialog II” ini juga menjadi catatan penting bagi sejarah seni rupa Tasikmalaya yang telah berproses sejak awal tahun 1990-an. Sempat melewati masa-masa keterbatasan ruang pameran yang dahulu berpusat di Matahari Mall hingga merambah ke luar kota seperti Jogjakarta, kini para seniman lokal terus konsisten menghidupkan wacana seni di tanah kelahiran mereka.

Diinisiasi pasca-kesuksesan pameran pertama di Kopi Manula pada tahun 2022 lalu, kolaborasi kali ini berfokus pada dialektika antara tradisi dan modernitas.

Sebanyak 15 seniman lintas generasi turut memamerkan gagasan visual terbaik mereka, di antaranya:

  • Agam Muhamad Husen
  • Anang Rusmana
  • Andi Ramdani
  • Deni Ridwan
  • Fitri Mayasari (Triya)
  • Ken Adhisti
  • Ligar Balebat
  • Naufal Ridwanullah
  • Oyok Japarullah
  • Ramdan Firdaus
  • Rudi ST Darma
  • Tono Haryono
  • Wildan M. Ardani
  • Yusa Widiana
Pameran Lukisan Karya Perupa Tasikmalaya

Melalui pameran yang didukung oleh Sinarmasa ini, penyelenggara berharap dapat memanfaatkan ranah publikasi secara lebih luas guna mengapresiasi karya seniman Tasikmalaya, sekaligus mengundang masyarakat dan pencinta seni untuk terlibat aktif dalam pertukaran gagasan, nilai, serta pengalaman antargenerasi. (Red)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *