Bupati Cecep Hadiri Pengajian Rutin Bulanan ASN di Lingkungan Pemkab Tasikmalaya

Tasikmalaya — Ruangatas.com | Bertempat di Mesjid Agung Baiturrahman Singaparna, Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin menghadiri Pengajian Rutin Bulanan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (21/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga adab dan akhlak sebagai bagian dari ikhtiar meraih keberkahan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, etika dan sikap yang baik bukan hanya bagian dari profesionalitas, tetapi juga fondasi bagi pelayanan publik yang bermartabat.

Bupati menilai bahwa karakter ASN yang berintegritas akan melahirkan kebermanfaatan bagi masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Cecep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang Hadir maupun yang berhalangan. Ia turut mendoakan para pegawai yang sedang sakit atau mengalami kendala kesehatan agar diberikan kesembuhan dan kemudahan.

“Hatur nuhun kasadayana, khususna ka nu tiasa Hadir. Pikeun nu teu tiasa Hadir karena wagelan teu damang, teu damang manah atanapi kasehatan, mudah-mudahan ku Allah sing disehatkeun,” tuturnya.

Bupati juga menegaskan bahwa kegiatan pembinaan spiritual seperti pengajian rutin memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan, membangun lingkungan kerja yang harmonis, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.

Selain itu, dalam pengajian bulanan ini, turut mengundang K.H. Rosidin selaku sesepuh Pondok Pesantren Cintawana. Dalam tausiahnya ia menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat tugas manusia sebagai hamba Allah.

Ia juga menegaskan bahwa ibadah bukan hanya sebatas gerakan ritual yang dilakukan dalam ruang dan waktu tertentu, melainkan sebuah bentuk pengabdian total yang Hadir dalam niat, sikap, dan setiap amal kebaikan dalam kehidupan.

“Ibadah itu luas,” tuturnya, “apa pun yang diniatkan karena Allah dan dilakukan dengan kebaikan, maka itu menjadi bagian dari ibadah,” jelasnya.

Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa hidup bukan sekadar rutinitas, tetapi perjalanan penghambaan yang terus bertumbuh, mengasah hati, membangun akhlak, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. (Red)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *