Tasikmalaya – Ruangatas.com | Nuansa budaya dan sejarah begitu terasa di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin malam (04/05/2026), saat Kirab Budaya Tatar Sunda ke-3 bertajuk “Nyukcruk Galur Galunggung” digelar secara khidmat.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tokoh dan jajaran pemerintah daerah.
Turut hadir pula dalam kegiatan itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, serta Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah lainnya.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah saat pusaka leluhur Mahkota Binokasih disambut penuh penghormatan. Kehadiran pusaka bersejarah itu menjadi simbol kejayaan masa lalu sekaligus pengingat kuat akan panjangnya perjalanan sejarah Tatar Sunda.
Kirab budaya tersebut menjadi bagian dari upaya menelusuri kembali akar sejarah dan budaya Tasikmalaya yang diyakini tumbuh dari kawasan Gunung Galunggung. Dari wilayah itulah berbagai nilai kearifan lokal berkembang dan diwariskan lintas generasi hingga tetap hidup di tengah masyarakat saat ini.
Suasana malam itu terasa sakral sekaligus penuh semangat kebudayaan. Tradisi, simbol leluhur, hingga semangat menjaga identitas daerah berpadu dalam satu rangkaian kegiatan yang sarat makna.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kirab tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan nilai-nilai warisan leluhur.
Melalui Kirab Budaya Tatar Sunda ke-3 ini, semangat menjaga sejarah dan budaya lokal kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari identitas Kabupaten Tasikmalaya. ***





