Musrenbang RKPD 2027, Bupati Cecep Tegaskan Arah Pembangunan Kabupaten Tasikmalaya

Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi bersama jajaran Gelar Musrenbang RKPD Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2027 di Pendopo Baru, Rabu (1/4/2026). Dok. Istimewa

Tasikmalaya – Ruangatas.com | Arah pembangunan Kabupaten Tasikmalaya untuk tahun 2027 mulai dirancang. Pemerintah daerah menggelar forum Musrenbang RKPD di Pendopo Baru, Rabu (1/4/2026), sebagai ruang menyatukan gagasan dari berbagai pihak.

Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin hadir bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi dalam forum yang mempertemukan pemerintah, legislatif, hingga unsur masyarakat tersebut.

Bacaan Lainnya

Alih-alih sekadar agenda tahunan, Musrenbang kali ini diarahkan sebagai titik awal mempercepat perubahan ekonomi daerah dengan dukungan infrastruktur yang lebih kuat dan merata.

Bupati Cecep menekankan bahwa fokus pembangunan ke depan tidak lagi bisa berjalan biasa-biasa saja. Menurutnya, percepatan menjadi kunci agar Tasikmalaya mampu bersaing dan berkembang.

“Ini bukan sekadar rutinitas perencanaan. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi daerah bergerak lebih cepat dengan memaksimalkan potensi yang ada, sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas infrastruktur,” ujarnya.

Ia menyebut, langkah tersebut selaras dengan arah besar pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029 yang menargetkan Tasikmalaya sebagai daerah yang religius, maju, adil, dan makmur.

Lebih jauh, transformasi ekonomi yang didorong tidak hanya berbicara angka pertumbuhan, tetapi juga bagaimana peluang ekonomi bisa diakses lebih luas oleh masyarakat. Penguatan sektor unggulan, peningkatan daya saing, hingga pembukaan akses ekonomi menjadi bagian dari strategi tersebut.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tetap menjadi tulang punggung. Konektivitas antarwilayah, layanan dasar, hingga dukungan terhadap aktivitas ekonomi warga menjadi prioritas yang tak terpisahkan.

Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Ia mendorong keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Perencanaan ini harus benar-benar terasa manfaatnya. Kuncinya ada pada kolaborasi dan keseriusan semua pihak untuk bergerak bersama,” tegasnya. (Red)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *