Bekasi – Ruangatas.com | Perang terhadap narkotika tidak cukup mengandalkan penindakan. Ketahanan keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas hingga ruang pergaulan anak muda menjadi bagian penting dalam membangun benteng pencegahan.
Pesan itu mengemuka dalam sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat di Kota Bekasi, Selasa, (14/4/2026).
Mengangkat tema “Ngawangun Generasi Panca Waluya Guna Jabar Beresih Narkoba”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam agenda penguatan kesadaran terhadap bahaya narkotika.
Kegiatan dibuka Kepala Bakesbangpol Jawa Barat, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan unsur pemerintah, legislatif dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sejumlah narasumber turut memberikan perspektif, di antaranya Apt. Yohanes Eko Ariyanto, S.Si., M.Si., Kepala Tim Pencegahan BNN Jawa Barat; perwakilan Kesbangpol Kota Bekasi; H. Achmad Rivai, Anggota DPRD Kota Bekasi; serta H. M. Hasbullah Rahmat, S.Pd., M.Hum., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.
“Pencegahan narkoba harus kita tempatkan sebagai gerakan bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam membangun kebijakan dan fasilitasi, tetapi kekuatan utama pencegahannya juga berada di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan. Pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi.
Nilai Panca Waluya, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, menjadi salah satu pendekatan yang didorong untuk membentuk generasi muda Jawa Barat yang sehat, berkarakter, cerdas dan produktif.
Dari perspektif BNN, Apt. Yohanes Eko Ariyanto menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan narkotika. Ketahanan diri generasi muda perlu diperkuat agar mereka tidak mudah terpengaruh lingkungan yang berisiko.
Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Kota Bekasi menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Perlindungan generasi muda membutuhkan lingkungan sosial yang saling mendukung sehingga upaya pencegahan tidak berjalan secara parsial.
Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Achmad Rivai, menilai menciptakan lingkungan sehat bagi anak muda tidak cukup dilakukan dengan memberikan larangan.
“Kita tidak cukup hanya mengatakan kepada anak muda untuk menjauhi narkoba. Kita juga harus menghadirkan lingkungan yang membuat mereka memiliki pilihan yang positif—ruang untuk berkreasi, berolahraga, berorganisasi, belajar, dan membangun masa depan,” terangnya.
Menurutnya, ruang-ruang positif tersebut penting agar energi generasi muda dapat disalurkan melalui kegiatan yang produktif dan membangun masa depan.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. M. Hasbullah Rahmat, S.Pd., M.Hum., menempatkan P4GN sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia Jawa Barat.
“Ketika kita berbicara tentang P4GN, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan Jawa Barat. Generasi muda yang sehat, berkarakter dan produktif merupakan fondasi pembangunan daerah,” tandasnya.
Forum di Kota Bekasi tersebut memperlihatkan bahwa P4GN tidak semata-mata berbicara mengenai penindakan. Pencegahan juga berkaitan erat dengan kemampuan keluarga, sekolah dan masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat serta memberikan ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.
Bakesbangpol Jawa Barat mendorong agar semangat “Ngawangun Generasi Panca Waluya Guna Jabar Beresih Narkoba” tidak berhenti sebagai slogan dalam kegiatan sosialisasi.
Nilai tersebut diharapkan diterjemahkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas dan masyarakat.
Dengan demikian, upaya membangun Jawa Barat yang bersih dari narkoba tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga generasi muda tetap sehat, produktif dan memiliki masa depan. (***)





