Tasikmalaya — Ruangatas.com | Ketidakpastian masih menyelimuti proses pengangkatan 29 bakal calon kepala sekolah di Kota Tasikmalaya. Hingga awal Januari 2026, belum ada titik terang terkait waktu pelantikan, meski seluruh tahapan administrasi di tingkat daerah telah diselesaikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan pengangkatan kepala sekolah sejak Desember 2025. Namun hingga kini, proses tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.
“Sejak Desember 2025, usulan pengangkatan kepala sekolah sudah kami sampaikan. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BKPSDM Kota Tasikmalaya untuk mendorong agar proses persetujuan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, pengangkatan kepala sekolah harus melalui persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui sistem KSPSN. Selama persetujuan tersebut belum diterbitkan, pemerintah daerah belum dapat melangkah ke tahap pelantikan.
“Kami masih menunggu persetujuan resmi dari KSPSN. Harapannya, setelah persetujuan itu turun, proses pelantikan bisa langsung kami laksanakan bersama BKPSDM,” tambahnya.
Di sisi lain, para guru dan tenaga pendidik berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak berlama-lama menyelesaikan proses tersebut. Selain berkaitan dengan kepastian karier, keberadaan kepala sekolah definitif dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas manajemen sekolah.
Ketiadaan kepala sekolah definitif, menurut sejumlah guru, berpotensi memengaruhi pengambilan keputusan strategis di sekolah serta berdampak pada upaya peningkatan mutu pendidikan.
Hingga Rabu (7/1/2026), Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menyatakan masih terus melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait agar proses persetujuan dapat segera rampung dan pelantikan kepala sekolah dapat segera direalisasikan. (***)





