Balap Liar Kembali Marak, Sejumlah Titik di Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut Jadi Sorotan Aparat

Ilustrasi gambar balap liar.

Tasikmalaya — Ruangatas.com | Aksi balap liar kembali menjadi perhatian publik di wilayah Priangan Timur. Sejumlah ruas jalan di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Garut dilaporkan kerap dijadikan arena adu kecepatan, terutama pada malam akhir pekan dan waktu-waktu tertentu seperti menjelang berbuka puasa saat Ramadan.

Di Kota Tasikmalaya, beberapa ruas jalan lurus dan relatif lengang seperti Jalan Letjen Mashudi serta kawasan Lingkar Utara disebut warga kerap dimanfaatkan oleh sekelompok remaja untuk balapan. Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

Bacaan Lainnya

Sementara di Kabupaten Ciamis, pola balap liar cenderung berpindah-pindah. Jalur bypass perkotaan dan sejumlah ruas jalan pinggiran yang minim penerangan menjadi titik yang kerap dipantau aparat. Warga mengaku resah karena suara knalpot bising dan kerumunan penonton yang memenuhi badan jalan.

Adapun di Kabupaten Garut, ruas jalan seperti kawasan Tarogong dan jalur lurus di wilayah Limbangan–Kadungora beberapa kali menjadi lokasi pembubaran oleh aparat. Aksi tersebut umumnya terjadi pada dini hari, ketika arus lalu lintas sedang sepi.

Aparat kepolisian, termasuk jajaran Polres Tasikmalaya Kota dan polres setempat di masing-masing daerah, terus meningkatkan patroli rutin guna menekan potensi gangguan kamtibmas. Penindakan dilakukan melalui razia kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis, pembubaran kerumunan, serta pembinaan terhadap pelaku yang mayoritas masih berusia remaja.

Fenomena balap liar bukan sekadar persoalan hobi otomotif, melainkan juga cerminan kurangnya ruang penyaluran minat dan pengawasan. Sejumlah pihak mendorong adanya wadah resmi atau event balap yang terorganisir sebagai alternatif yang lebih aman dan terukur.

Pemerintah daerah bersama aparat diharapkan terus memperkuat kolaborasi preventif, termasuk pendekatan edukatif kepada pelajar dan komunitas motor. Sebab pada akhirnya, keselamatan pengguna jalan dan ketertiban kota menjadi tanggung jawab bersama. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *