Ketua DPRD Pangandaran Soroti Efisiensi, Transparansi, dan Manfaat Milangkala ke-14

Pangandaran — Ruangatas.com | Peringatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran tetap akan berlangsung dan tidak semestinya hanya menjadi panggung perayaan. Momentum hari jadi daerah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta mengevaluasi pembangunan yang telah berjalan.

Pesan tersebut terangkum dalam sejumlah pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, berdasarkan pernyataan dan pemberitaan beberapa waktu lalu di Oktober 2026. Ia menyoroti sejumlah hal, mulai dari efisiensi penyelenggaraan, transparansi pembiayaan, pengelolaan infak dan sedekah, hingga manfaat kegiatan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satu penekanannya ialah agar rangkaian Milangkala dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan. Menurut arah pesan yang disampaikan, perayaan hari jadi harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, tanpa mengabaikan tujuan kegiatan sebagai ruang kebersamaan dan promosi potensi Pangandaran.

Asep juga mengingatkan bahwa kemeriahan acara perlu diimbangi manfaat ekonomi yang nyata. Kegiatan yang diselenggarakan diharapkan mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama kunjungan, serta meningkatkan perputaran uang di sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di samping itu, persiapan Milangkala dinilai dapat menjadi kesempatan untuk membenahi fasilitas publik dan kawasan wisata. Perbaikan infrastruktur yang digunakan masyarakat maupun wisatawan dinilai memiliki manfaat jangka panjang dibandingkan kegiatan yang hanya berlangsung selama perayaan.

Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah kejelasan penyelenggaraan dan pembiayaan kegiatan. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang terang mengenai kegiatan yang dibiayai APBD, agenda yang diselenggarakan pihak lain, serta mekanisme pertanggungjawaban masing-masing. Kejelasan tersebut penting agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai penggunaan anggaran daerah.

Sorotan juga diarahkan pada imbauan pengumpulan infak dan sedekah aparatur sipil negara (ASN) yang dikaitkan dengan Milangkala. Asep meminta agar surat imbauan tersebut dicabut karena mekanisme dan sifat partisipasinya menjadi persoalan. Dalam konteks ini, yang dipertanyakan bukan semangat berbagi, melainkan kepastian bahwa sumbangan diberikan secara sukarela dan dikelola melalui mekanisme yang jelas.

Pemberitaan selanjutnya turut menyinggung penyaluran infak dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan melalui Baznas. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya tata kelola sumbangan yang transparan dan tepat sasaran.

Di tengah persiapan perayaan, kebutuhan masyarakat juga tidak boleh terlepas dari perhatian pemerintah daerah. Kondisi warga yang menghadapi kesulitan air bersih akibat kemarau panjang menjadi pengingat bahwa pelayanan dasar tetap membutuhkan penanganan serius. Persoalan ini semakin relevan ketika DPRD mendorong penyediaan anggaran kedaruratan untuk membantu penanganan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Bagi Asep, momentum Milangkala juga tidak terlepas dari sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Pangandaran. Penghargaan kepada para tokoh pemekaran perlu disertai upaya melanjutkan cita-cita pembangunan yang menjadi dasar terbentuknya daerah tersebut.

Karena itu, peringatan hari jadi tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini perlu menjadi ruang refleksi bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kembali capaian pembangunan, persoalan yang belum terselesaikan, serta kebutuhan masyarakat yang masih harus dipenuhi.

Pesan-pesan yang mengemuka dalam pernyataan tersebut mencakup efisiensi kegiatan, manfaat ekonomi bagi masyarakat, pembenahan fasilitas publik, kejelasan penyelenggara, transparansi pembiayaan, pengelolaan infak secara sukarela dan akuntabel, perhatian terhadap kebutuhan warga, serta penghargaan terhadap cita-cita pemekaran.

Pada dasarnya, keberhasilan Milangkala ke-14 bukan semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau kemeriahan perayaan. Hal yang tidak kalah penting ialah sejauh mana momentum tersebut memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat komitmen pembangunan Kabupaten Pangandaran ke depan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *