Tasikmalaya – Ruangatas.com | Langkah politik tidak selalu diawali dengan rapat dan strategi. Bagi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya, awal masa bakti 2026–2031 justru dibuka dengan memperkuat ikhtiar spiritual melalui Silaturahmi dan Mujahadah bersama para kiai, ulama, pengurus, kader, serta simpatisan yang berlangsung di Kantor DPC PKB Kota Tasikmalaya, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru yang ingin menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus dibangun di atas fondasi kebersamaan, nilai-nilai keislaman, dan komitmen untuk terus hadir di tengah persoalan warga.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti jalannya kegiatan. Pengurus baru berbaur dengan para tokoh agama, kader partai, hingga keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).
Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan langkah dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid, mengatakan bahwa doa dan mujahadah dipilih sebagai pijakan awal kepengurusan karena setiap perjuangan politik harus diawali dengan niat yang lurus dan memohon petunjuk Allah SWT.
“Kami memulai masa bakti ini dengan doa dan mujahadah sebagai bentuk ikhtiar memohon ridha Allah SWT. Semoga setiap langkah yang kami lakukan senantiasa membawa kemaslahatan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Menurut Wahid, kepengurusan periode 2026–2031 akan diarahkan pada penguatan konsolidasi internal, peningkatan kualitas kaderisasi, serta memperluas kiprah PKB dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menilai partai politik tidak cukup hadir saat kontestasi demokrasi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga kehidupan keagamaan.
Silaturahmi tersebut juga menjadi ruang memperkuat hubungan antara PKB dengan para ulama dan keluarga besar NU yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah dan perjalanan partai.
Sinergi yang terus terbangun diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga semangat keumatan, serta menghadirkan politik yang lebih dekat dengan aspirasi masyarakat.
Mengawali kepengurusan dengan doa dan konsolidasi menjadi pesan bahwa DPC PKB Kota Tasikmalaya ingin membangun organisasi yang tidak hanya solid secara struktural, tetapi juga kuat secara moral.
Dengan semangat itu, kepengurusan baru optimistis dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya selama periode 2026–2031.**





