Pangandaran — Ruangatas.com | Pemerintah Kecamatan Pangandaran mulai memanaskan mesin perencanaan pembangunan daerah dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat kecamatan Pleno I, Senin (2/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Pananjung ini menjadi ruang awal penyelarasan gagasan pembangunan Kabupaten Pangandaran untuk tahun 2027.
Mengusung tema Akselerasi Pembangunan Perekonomian Berbasis Wisata Pangandaran, forum ini menegaskan kembali posisi Pangandaran sebagai kawasan yang menggantungkan denyut ekonominya pada sektor pariwisata. Sejak pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB, sekitar 50 peserta dari lintas unsur pemerintahan dan masyarakat terlibat aktif dalam forum tersebut.
Musrenbang dipimpin langsung oleh Camat Pangandaran, Mahfud Gozali, S.IP., serta dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Dapil 3, unsur Forkopimcam, kepala instansi vertikal dan teknis, kepala sekolah, pemerintah desa, BPD, PKK, hingga tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Pangandaran menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menyatukan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menilai, fokus pembangunan ekonomi berbasis wisata sangat relevan dengan karakter wilayah Pangandaran.
“Pariwisata hari ini bukan hanya soal destinasi, tetapi sudah menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Jika dikelola secara berkelanjutan, sektor ini mampu membuka lapangan kerja, menguatkan UMKM, sekaligus menjaga identitas budaya lokal,” ujarnya.
Menurut Mahfud, percepatan pembangunan wisata harus dibarengi dengan penguatan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penataan kawasan, serta inovasi promosi wisata. Semua itu, kata dia, membutuhkan kolaborasi lintas sektor—dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat desa.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Enjang Nafandi, mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang RKPD sebagai bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan. Ia menyebut Musrenbang sebagai ruang untuk menyaring persoalan sekaligus menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Kecamatan Pangandaran memiliki potensi besar, tetapi juga tantangan yang tidak ringan. Karena itu, perencanaan harus tepat sasaran agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan Musrenbang Pleno I diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, penyampaian sambutan, hingga penutup. Seluruh agenda berjalan tertib dan kondusif dengan partisipasi aktif para peserta.
Sebagai kelanjutan dari proses perencanaan ini, Musrenbang RKPD tingkat Kecamatan Pangandaran Pleno II dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 Februari 2026, di lokasi yang sama. Forum lanjutan tersebut diharapkan mampu merumuskan kesepakatan prioritas pembangunan yang lebih konkret dan aplikatif bagi masyarakat Pangandaran. (***)





