Anggota DPRD Pangandaran Dukung Program Pilar Ketahanan Pangan di SMPN 6 Padaherang

Anggota DPRD Pangandaran Dukung Program Pilar Ketahanan Pangan di SMPN 6 Padaherang.

Pangandaran — Ruangatas.com | Upaya menanamkan pemahaman tentang pentingnya ketahanan pangan kepada generasi muda terus dilakukan di lingkungan sekolah di Kabupaten Pangandaran. Salah satunya terlihat melalui kegiatan penanaman jagung yang digelar di lahan milik SMP Negeri 6 Padaherang, Desa Payutran, Kecamatan Padaherang, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kokurikuler Pilar Ketahanan Pangan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran. Program ini mendorong sekolah memanfaatkan lahan yang tersedia sebagai sarana pembelajaran praktis bagi siswa.

Bacaan Lainnya

Penanaman jagung melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, pemerintah desa, tenaga pendidik, hingga para siswa. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Rohimat Resdiana, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Sejak pagi hari, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka bersama para guru dan pihak yang hadir bergotong royong membersihkan lahan, menyiapkan barisan tanam, hingga menanam benih jagung di area yang telah disiapkan.

Bhabinkamtibmas Desa Payutran, Bripka Dede Kosim, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pembinaan generasi muda, terutama dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan sejak dini.

“Melalui kegiatan praktik seperti ini, anak-anak dapat belajar langsung di lapangan. Mereka bisa melihat bagaimana lahan yang ada dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pangandaran Rohimat Resdiana menilai kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang penting bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan bercocok tanam tidak hanya mengenalkan proses produksi pangan, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama dan gotong royong.

“Ini bukan sekadar menanam jagung. Anak-anak juga belajar tentang kebersamaan, kerja sama, serta menghargai proses dalam menghasilkan pangan,” katanya.

Program Pilar Ketahanan Pangan tersebut dirancang tidak berhenti pada tahap penanaman saja. Para siswa nantinya juga akan mengikuti proses perawatan hingga masa panen agar dapat memahami seluruh tahapan produksi pangan secara menyeluruh.

Melalui program ini, diharapkan setiap sekolah mampu mengembangkan lahan produktif sebagai media pembelajaran sekaligus membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *