Tasikmalaya – Ruangatas.com | Ramadan kembali menghadirkan ruang temu yang sarat makna. Tidak sekadar berbuka puasa, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih hangat.
Dalam suasana itulah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKB, H. Oleh Soleh, mengundang sejumlah insan media untuk berbuka puasa bersama di RM Sambel Hejo, Kota Tasikmalaya, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang bertukar gagasan antara wakil rakyat dan para jurnalis yang selama ini berperan menyampaikan informasi kepada publik. Dialog berlangsung cair, jauh dari kesan formal, namun tetap sarat substansi.
Oleh Soleh menekankan bahwa keberadaan media memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi. Menurutnya, pers bukan sekadar pelapor peristiwa, tetapi bagian penting dalam menjaga transparansi dan memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.
“Peran media sangat vital. Demokrasi yang sehat membutuhkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Di sinilah kita perlu terus menjaga komunikasi yang baik,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan era digital yang menghadirkan banjir informasi tanpa batas. Dalam situasi tersebut, kolaborasi antara legislatif dan media dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang keliru atau menyesatkan.
“Kita tidak hanya berbicara soal cepatnya berita tersebar, tetapi juga soal kebenaran dan etika. Media adalah mitra kritis, dan kritik itu bagian dari proses memperbaiki kebijakan,” tambahnya.
Sejumlah isu turut dibahas menjelang waktu berbuka, mulai dari profesionalisme jurnalistik, dinamika pemberitaan daerah, hingga pentingnya menjaga kepercayaan publik. Suasana penuh keakraban memperlihatkan bahwa hubungan antara wakil rakyat dan media dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.
Salah satu wartawan yang hadir, Rian Sutisna selaku Pimpinan Tasikzone.com, menilai kegiatan semacam ini memperkuat ikatan emosional sekaligus profesional antara legislatif dan insan pers. Menurutnya, demokrasi tidak hanya berdiri di atas regulasi, tetapi juga di atas dialog yang sehat.
Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh tamu menikmati hidangan berbuka dalam suasana penuh kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, menjadi simbol komitmen untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi demi kepentingan masyarakat.
Melalui momentum Ramadan, kebersamaan itu diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan berlanjut menjadi jembatan komunikasi yang kokoh antara wakil rakyat dan media dalam mengawal pembangunan dan aspirasi publik. (Arfa)**





