Tasikmalaya — Ruangatas.com | Setelah cukup lama diwarnai kekosongan jabatan definitif, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya akhirnya menuntaskan agenda penataan kepemimpinan sekolah melalui pelantikan dan serah terima jabatan kepala sekolah jenjang SD dan SMP, Jumat (30/1/2026).
Pengukuhan ini menjadi penanda berakhirnya masa transisi kepemimpinan sekolah yang sebelumnya dijalankan oleh pelaksana tugas. Lebih dari sekadar seremoni administratif, pelantikan tersebut diproyeksikan sebagai titik awal penguatan manajemen sekolah agar berjalan lebih stabil, terarah, dan berkesinambungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa kepala sekolah memegang peran sentral dalam menentukan arah mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing. Menurutnya, jabatan kepala sekolah tidak bisa dipahami semata sebagai posisi struktural, melainkan sebagai ruang kepemimpinan pembelajaran.
“Pergantian dan pengukuhan jabatan ini adalah amanah. Kepala sekolah bukan hanya pengelola administrasi, tetapi figur yang menentukan iklim belajar, budaya sekolah, dan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan kepala sekolah definitif menjadi fondasi penting agar program pendidikan tidak berjalan sporadis dan mampu dikawal secara konsisten dari perencanaan hingga evaluasi.
Dari sisi teknis kepegawaian, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kota Tasikmalaya, Nia Kurnia, S.Pd., menjelaskan bahwa proses pelantikan dilakukan setelah para calon kepala sekolah dinyatakan lulus seluruh tahapan seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
“Sebanyak 24 kepala sekolah hari ini resmi dilantik. Mereka telah melalui tahapan seleksi, penilaian, dan pemetaan kompetensi. Ini bukan proses instan, tetapi hasil dari mekanisme yang dirancang untuk memastikan kesiapan kepemimpinan di sekolah,” jelasnya.
Nia berharap, para kepala sekolah yang baru dilantik dapat segera membaca konteks sekolah masing-masing, membangun kerja tim yang sehat, serta menjalin komunikasi yang kuat dengan guru, tenaga kependidikan, dan orang tua peserta didik.
“Kepala sekolah harus menjadi simpul kolaborasi. Kepemimpinan yang terbuka, profesional, dan berintegritas akan sangat menentukan peningkatan mutu layanan pendidikan,” tambahnya.
Selain pelantikan, agenda tersebut juga mencakup rotasi dan mutasi kepala sekolah sebagai bagian dari dinamika organisasi. Disdik Kota Tasikmalaya menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa pengabdian di unit kerja sebelumnya.
Dengan pengukuhan ini, Disdik Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola sekolah, menutup celah stagnasi kepemimpinan, serta memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh figur yang siap bekerja, beradaptasi, dan bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya. (Red)***





