Tasikmalaya — Ruangatas.com | Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) resmi menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua gelombang dengan pola In-On-In, yakni kombinasi antara pelatihan tatap muka dan daring.
Pelatihan gelombang pertama dimulai pada 23 hingga 27 Juli 2025 dengan sesi tatap muka di Kompleks SD Negeri Nagarawangi, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Tedi Setiadi, M.Pd. dan dihadiri oleh Kabid GTK Disdik Kota Tasikmalaya, H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M., Kasi Pembinaan GTK Disdik KotaTasikmalaya, Kendra Rodiyansah, S.Pd, M.M., dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plt. Kadisdik Kota Tasikmalaya, H. Tedi Setiadi, M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menyongsong transformasi pendidikan yang lebih bermakna dan berpusat pada murid. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah dibangun antara Dinas Pendidikan, BBGTK, dan para fasilitator.
“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kapasitas pendidik di Kota Tasikmalaya. Harapannya, guru-guru kita tidak hanya mengajar, tapi mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Setelah lima hari pelatihan tatap muka, peserta akan mengikuti pembelajaran daring melalui LMS BBGTK hingga Oktober 2025, sebelum akhirnya kembali mengikuti sesi In (tatap muka lanjutan) selama empat hari di bulan yang sama.
Gelombang kedua dijadwalkan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2025, masih dengan pola dan lokasi pelatihan yang sama. Pembukaan gelombang kedua akan dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
Selain itu, Kasi Pembinaan GTK Disdik Kota Tasikmalaya, Kendra Rodiyansah, S.Pd, M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan pedagogis, tetapi juga membangun karakter guru yang reflektif dan kolaboratif.
“Kita ingin para guru lebih dalam memahami kebutuhan belajar murid. Lewat pola In-On-In ini, guru punya waktu merefleksikan praktiknya di kelas, kemudian mengembangkannya saat pelatihan lanjutan,” terangnya.
Untuk gelombang pertama, pelatihan diikuti oleh 108 peserta yang terdiri dari 48 guru PAUD–SD, 28 guru SMP–PNF, dan 32 kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan PNF. Sementara gelombang kedua diikuti oleh 106 peserta dengan komposisi serupa.
Sebanyak 11 fasilitator turut mendampingi pelatihan gelombang pertama, dengan rincian: 3 fasilitator kepala sekolah, 4 fasilitator jenjang SMP–PNF, dan 4 fasilitator PAUD–SD. Fasilitator ini dipilih berdasarkan pengalaman dan kapabilitas dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan berorientasi murid.
Panitia mencatat sejumlah tantangan teknis selama proses awal pelatihan, utamanya pada sistem pendaftaran dan pengelompokan peserta via platform LMS. Meski demikian, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dan penuh antusiasme. (Red)***





