Tasikmalaya — Ruangatas.com | Dalam rangkaian kegiatan Penguatan Kompetensi Pendidik PAUD Nonformal dan Kesetaraan Se-Kota Tasikmalaya yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, Selasa (27/1/2026).
Kepala Seksi Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kasi GTK) Disdik Kota Tasikmalaya, Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya penguatan kompetensi pendidik secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Kendra menjelaskan bahwa terdapat empat pilar kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh setiap pendidik, yakni kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional. Keempat pilar tersebut, menurutnya, saling berkaitan dan menjadi dasar dalam membentuk pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara sikap dan perilaku.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, khususnya pada jalur PAUD nonformal dan pendidikan kesetaraan. Dalam konteks ini, keteladanan pendidik menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pembentukan karakter peserta didik.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui materi atau nasihat. Yang paling utama adalah keteladanan dari pendidiknya,” ujar Kendra.
Ia menambahkan bahwa penanaman karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan satuan pendidikan.
Pembiasaan seperti berbaris dengan tertib, menunggu giliran, disiplin terhadap waktu, membiasakan memberi salam, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan praktik dasar yang memiliki dampak besar dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan saling menghargai.
Menurutnya, dari kebiasaan-kebiasaan tersebut, peserta didik belajar memahami aturan, mengelola diri, serta menghargai orang lain dan lingkungan sekitarnya sejak dini.
Kendra juga menegaskan bahwa pendidik memiliki posisi strategis sebagai figur yang menjadi contoh bagi peserta didik. Oleh karena itu, sikap, tutur kata, dan perilaku pendidik dalam keseharian akan lebih mudah ditiru dan diinternalisasi oleh peserta didik dibandingkan dengan instruksi verbal semata.
Melalui kegiatan penguatan kompetensi ini, ia berharap para pendidik PAUD nonformal dan pendidikan kesetaraan dapat semakin memperkuat perannya sebagai pendidik profesional sekaligus teladan dalam membangun generasi yang berkarakter, berdaya, dan berakhlak. (Red/NFZ)***
