Life Skill Labschool UPI Tasikmalaya Bersama ASOBSI Kuatkan Kesadaran Lingkungan

Tasikmalaya – Ruangatas.com | Ekstrakurikuler Life Skill Labschool UPI Tasikmalaya menggelar kegiatan edukasi bertema “Klasifikasi Sampah dan Sistem Pengelolaannya” sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada peserta didik. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Labschool UPI Tasikmalaya dan diikuti dengan antusias oleh para siswa, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Angga Juniar Eko Putra, S.T., Sekretaris Jenderal DPD Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kota Tasikmalaya, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Angga menekankan bahwa persoalan sampah bukan semata urusan teknis, melainkan persoalan karakter dan kesadaran sebagai manusia.

Bacaan Lainnya

Menurut Angga, kebiasaan membuang sampah sembarangan mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Ia menyampaikan kritik yang tegas namun bersifat reflektif kepada para peserta.

“Perbedaannya ada pada kesadaran. Manusia diberi akal dan tanggung jawab. Ketika kita membuang sampah tidak pada tempatnya, itu berarti kita mengabaikan akal sehat dan nilai kemanusiaan. Perilaku tersebut tidak mencerminkan manusia yang beradab,” tegasnya.

Ia menambahkan, perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan justru berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Kalau ingin lingkungan bersih dan tertib, maka perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Tidak perlu menunggu orang lain, cukup mulai dari kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

Selain menyampaikan materi klasifikasi sampah dan sistem pengelolaannya, Angga juga berbagi pengalaman lapangan tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pentingnya bank sampah, serta peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler Life Skill Labschool UPI Tasikmalaya, Wanti Nur Istiqomah, M.Pd, menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan karakter peserta didik.

“Life Skill bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga upaya membangun karakter serta kesadaran sosial dan lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui pendekatan langsung dan dialog terbuka dengan praktisi di bidang lingkungan, siswa diharapkan mampu melihat persoalan sampah secara utuh, dari hulu hingga hilir, sekaligus terdorong untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun rumah.

“Kami berharap siswa memahami bahwa kepedulian terhadap sampah adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga yang beradab,” pungkas Wanti.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Ekstrakurikuler Life Skill dalam mengembangkan kecakapan hidup peserta didik yang relevan dengan tantangan nyata masyarakat. Edukasi lingkungan dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis sejak dini. (Red)***

Pos terkait