Tasikmalaya — Ruangatas.com | Komitmen melestarikan budaya Sunda melalui dunia pendidikan terus digelorakan Kelompok Kerja Guru (KKG) Santana. Selasa (10/2/2026), KKG Santana menggelar kegiatan rutin berbagi praktik baik pemanfaatan website https://sikabayan.com di SDN Sukamulya, pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja resmi KKG Santana Tahun 2026 dan dihadiri oleh Kasi PGTK PAUD NF Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., Pengawas Bina Lusi Ayu Gustari, S.Pd., Ketua Gugus Santana Cucu Juariah, S.Pd., para kepala sekolah di lingkungan KKG Santana, serta guru-guru se-KKG Santana.
Materi disampaikan oleh Ema Astri Muliasari, M.Pd. (Kepala Sekolah SDN Rancabendem) bersama Angga Maulana, M.Pd. (Guru SDN Sukamulya). Keduanya memaparkan praktik baik pemanfaatan platform digital Sikabayan sebagai media pembelajaran aksara Sunda yang interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kasi PGTK PAUD NF, Kendra Rodiyansah, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan inovasi yang dilakukan para guru melalui forum KKG.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut diapresiasi. Inovasi pembelajaran berbasis digital seperti Sikabayan menjadi langkah konkret dalam mendukung pelestarian budaya Sunda sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan menuntut guru untuk adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Guru harus mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna. Ketika teknologi digunakan untuk melestarikan budaya daerah, maka kita bukan hanya mengajar, tetapi juga menjaga identitas bangsa,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa tidak semua guru memiliki penguasaan mendalam terhadap materi aksara Sunda. Kehadiran Sikabayan dinilai mampu membantu guru dalam menyajikan pembelajaran Bahasa Sunda yang lebih menyenangkan, bermakna, dan berkesadaran budaya. Selain mendukung kegiatan belajar di kelas, platform ini juga dapat menunjang persiapan siswa dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), khususnya cabang lomba aksara Sunda.
Ketua KKG Santana, Deny Kurniawan, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi dan semangat inovasi yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Saya selaku Ketua KKG Santana tentu sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi Ibu Ema dan Pak Angga, serta tim Sikabayan. Energi positif ini perlu terus dibunyikan demi menggapai Generasi Emas 2045,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa KKG akan terus menjadi ruang tumbuh bagi guru-guru untuk berinovasi dan mengembangkan potensi.
“KKG adalah salah satu gerbang untuk mengangkat bakat dan minat guru. Kami akan selalu memberikan ruang bagi guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkembang,” katanya.
Deny berharap pemanfaatan Sikabayan dapat memberikan efek domino positif, tidak hanya bagi guru di lingkungan KKG Santana, tetapi juga bagi guru di Jawa Barat bahkan Indonesia. Ia menilai aksara Sunda kini semakin hadir di ruang publik, mulai dari fasilitas umum hingga berbagai kegiatan kebudayaan, sehingga dunia pendidikan memiliki peran penting untuk memastikan generasi muda mampu membaca, memahami, dan mencintai warisan budayanya.
Melalui kegiatan ini, KKG Santana menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Aksara Sunda tidak hanya dikenalkan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dihidupkan kembali dalam ruang kelas dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual bagi generasi masa kini. (Red)***
