Sosialisasi Kebun Karakter: Wujud Nyata Pendidikan Nilai di Sekolah Dasar

Sosialisasi Kebun Karakter: Wujud Nyata Pendidikan Nilai di Sekolah Dasar, Kamis (6/8/2025)/Dok. UPI Tasikmalaya

Tasikmalaya — Ruangatas.com | Sebanyak 39 guru dari tujuh sekolah dasar yang tergabung dalam KKG Mang Koko Kecamatan Indihiang, mengikuti kegiatan sosialisasi dan pendampingan program Kebun Karakter yang berlangsung di SDN 2 Sukamaju – Indihiang, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat oleh tim dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya.

Bacaan Lainnya

Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua Tim Pengabdian, Dr. Elan, M.Pd., yang memaparkan maksud dan tujuan dari program “Kebun Karakter”.

Dalam penyampaiannya, Dr. Elan, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran melalui kegiatan berkebun yang kontekstual dan menyenangkan.

“Program ini tidak hanya mendekatkan siswa pada lingkungan, tetapi juga menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan cinta alam sejak dini,” ujar Dr. Elan.

Kepala SDN 2 Sukamaju, Budiman, M.Pd., turut memberikan sambutan sekaligus dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa “Kebun Karakter” sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat, cinta lingkungan, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka terlibat aktif dalam sesi pemaparan materi dan diskusi. Materi utama disampaikan oleh Riefki Fiestawa, M.Pd., yang juga merupakan anggota tim pengabdian.

Dalam presentasinya, Riefki menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar serta memberikan contoh konkret bagaimana aktivitas berkebun dapat menjadi sarana pembelajaran nilai.

“Berkebun bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Anak-anak belajar merawat, menunggu hasil, dan bekerja sama. Semua itu adalah nilai-nilai kehidupan yang perlu dibangun sejak usia dini,” jelas Riefki.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan panduan bagi para guru dalam menerapkan pendidikan karakter yang lebih bermakna dan kontekstual.

Melalui pendekatan berbasis lingkungan, nilai-nilai karakter dapat tumbuh secara alami di tengah aktivitas belajar yang menyenangkan. (Rifki)***

Pos terkait