Tasikmalaya – Ruangatas.com | Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bungursari mengadakan kegiatan koordinasi bersama tokoh masyarakat. Acara berlangsung di kediaman Ustadz Syukron Munjazi pada hari Jumat 15 Agustus 2025, dengan mengangkat tema “Melayani Masyarakat Sepenuh Hati, Menemani Ummat Berdaulat Pangan dan Pencegahan Stunting”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam, Ihsan Farhanuddin dan Aceng Kosim, tuan rumah Ustadz Syukron Munjazi, serta tokoh masyarakat, Bapak Yodi.
Tujuan utama koordinasi ini adalah memperkuat kolaborasi antara penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan warga dalam upaya pencegahan stunting serta mendorong kedaulatan pangan sebagai wujud nyata nasionalisme.
Beberapa isu penting dibahas dalam forum ini, di antaranya:
- Pencegahan Stunting; Ihsan menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan kesadaran kesehatan berbasis nilai Islam “halalan thoyiban”. Menurutnya, bukan hanya makanan dan minuman yang harus sehat dan baik, tetapi juga informasi serta lingkungan pergaulan. “Kita harus berhati-hati agar tidak ‘mengonsumsi’ informasi yang tidak jelas kehalalan dan kebaikannya, seperti hoaks, serta menjaga lingkungan pergaulan agar penuh manfaat,” jelasnya.
- Kedaulatan Pangan; Bapak Yodi menuturkan bahwa ketahanan pangan adalah kunci masyarakat yang sehat dan produktif. “Sebagai hamba Allah, kita harus konsisten menyampaikan hal-hal baik secara sukarela, khususnya dalam lingkup keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
- Etos Kerja dan Pelayanan; Aceng Kosim mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus prima dan ikhlas. “Dalam Islam, dikenal konsep ‘ikhlas beramal’. Inilah dasar pengabdian kepada Allah yang diwujudkan melalui pelayanan sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Syukron juga menegaskan pentingnya penguatan kesadaran kolektif dalam mencegah stunting dan memperjuangkan kedaulatan pangan.
“Dengan kerja sama dan komitmen, insyaallah Allah akan memudahkan setiap langkah pengabdian kita,” tuturnya.
Kegiatan koordinasi ini menjadi langkah positif dalam menyatukan peran penyuluh agama dan masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, berkualitas, dan bernilai ibadah.
Kontributor: Ihsan
