Tasikmalaya – Ruangatas.com | Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polres Tasikmalaya Kota bersama Pemkot Tasikmalaya menggelar pemusnahan ribuan barang bukti hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Taman Kota Tasikmalaya, Kamis (14/8/2025).
Hadir dalam kegiatan ini, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA, Komandan Lanud 0612/Tasikmalaya, jajaran Forkopimda Plus, serta para tokoh agama dan masyarakat. Pemusnahan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah.
Barang bukti yang dimusnahkan antara lain ribuan botol minuman keras berbagai merek, narkotika, obat-obatan terlarang, serta ratusan knalpot brong. Seluruh barang bukti dimusnahkan dengan berbagai metode, hingga penghancuran botol miras dan knalpot brong dengan cara digilas menggunakan stoomwalls.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil operasi gabungan TNI, Polri, Pol PP dan Forkopimda Plus di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota beserta jajaran Polsek.
“Ini merupakan kegiatan pemusnahan keempat yang kami lakukan. Insyaallah dalam satu hingga dua bulan ke depan akan kembali dilakukan pemusnahan barang bukti. Ini bukti nyata komitmen kami bersama Forkopimda Plus untuk menjadikan Kota Tasikmalaya bersih dari penyakit masyarakat,” tegasnya.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA., menegaskan pentingnya konsistensi dalam langkah ini.
“Kegiatan ini harus dilakukan terus menerus, solid, dan hasil kerjasama antar Pemkot, Forkopimda, tokoh, dan ulamanya. Ini merupakan bentuk dari pencapaian menjadikan Kota Tasikmalaya zero minol,” ujarnya.
Menurutnya, momen peringatan Hari Kemerdekaan RI menjadi pengingat akan makna perjuangan.
“Kalau dulu pahlawan berjuang melawan penjajah, maka perjuangan kita saat ini adalah melawan penyakit masyarakat. Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80 dengan tema merdeka dari penyakit masyarakat, kita ingin mengajak seluruh elemen untuk turut berjuang,” tambahnya.
Gerakan ini diharapkan bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif di masyarakat bahwa menjaga lingkungan dari pengaruh negatif minuman beralkohol adalah bagian dari tanggung jawab bersama. ***
