Disdik Jabar Dorong SDM Global melalui Program Nihongo Partners

Disdik Jabar Dorong SDM Global melalui Program Nihongo Partners, Kamis (15/1/2026)/Dok. Istimewa

Bandung – Ruangatas.com | Program Nihongo Partners (Japanese Language Education Assistant) yang diinisiasi Japan Foundation terus memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di Jawa Barat (Jabar). Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kebahasaan, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kedisiplinan, serta pemahaman lintas budaya bagi guru dan peserta didik.

Pada Kamis (15/1/2026), sebanyak 21 native speaker pendamping guru bahasa Jepang dari 36 sekolah di Jawa Barat resmi menuntaskan Program Nihongo Partners Gelombang 23B yang berlangsung selama enam bulan. Para pendamping tersebut terlibat aktif dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah mitra, sekaligus menjadi jembatan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.

Bacaan Lainnya

Salah satu peserta program, Eneng Sri Mulyati, guru SMKS Teknika Cisaat yang mewakili Jawa Barat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan berharga yang diberikan Japan Foundation bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

“Program Nihongo Partners memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. Saya tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga banyak pembelajaran tentang budaya, kedisiplinan, dan cara hidup masyarakat Jepang yang sangat menghargai detail dan profesionalisme,” ujarnya saat kegiatan penutupan di Aula Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung.

Eneng juga mengungkapkan bahwa dirinya berkesempatan mengikuti pelatihan langsung di Jepang bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami sangat terharu. Sejak tiba di Jepang hingga kembali ke Indonesia, kami disambut dan didampingi dengan sangat baik oleh Hirota sensei dan seluruh staf Japan Foundation. Pengalaman ini menjadi kenangan berharga yang tidak akan terlupakan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ishioka Yuki, perwakilan Nihongo Partners asal Jepang yang bertugas di SMAN 1 Nagreg dan SMKN 1 Rancaekek. Ia mengaku bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan para guru dan siswa selama menjalankan program di Jawa Barat.

“Meskipun kemampuan bahasa Indonesia saya masih terbatas, berkat kebaikan para guru dan siswa, saya dapat belajar dan menjalani hari-hari di sini dengan penuh semangat. Pengalaman ini sangat berharga dan akan selalu saya kenang,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Japan Foundation, Hirota Yoshihisa, menegaskan bahwa program Nihongo Partners tidak semata-mata mengajarkan bahasa Jepang, tetapi juga membangun jembatan persahabatan serta memperkuat pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa program Nihongo Partners selaras dengan kebijakan penguatan kompetensi lulusan SMA dan SMK, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global.

“Kebutuhan tenaga kerja di Jepang, terutama dari lulusan SMK bidang teknologi, sangat besar. Karena itu, penguasaan bahasa Jepang harus dibarengi dengan pemahaman budaya, karakter, dan soft skill. Di sinilah peran strategis Japan Foundation dan Nihongo Partners,” tegasnya.

Saat ini, Program Nihongo Partners telah berjalan di 36 sekolah di Jawa Barat selama hampir enam bulan. Ke depan, Disdik Jabar berharap jangkauan program ini dapat diperluas, mengingat jumlah SMA dan SMK di Jawa Barat mencapai hampir 5.000 sekolah dengan sekitar 2 juta siswa.

“Kami berharap kehadiran Nihongo Partners benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa. Ini merupakan investasi karakter dan kompetensi bagi masa depan generasi Jawa Barat,” pungkas Edy.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Japan Foundation agar semakin banyak sekolah dan peserta didik yang siap secara bahasa, budaya, dan keterampilan untuk bersaing di tingkat internasional. (***)

Pos terkait