Tasikmalaya — Ruangatas.com | SD Laboratorium UPI Tasikmalaya menggelar kegiatan diskusi bertema Deep Learning atau pembelajaran mendalam dengan menghadirkan Prof. Mubiar Agustin, Kamis (9/4/2026), di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas mulai pukul 13.15 hingga 15.00 WIB tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Kepala SD Laboratorium UPI Tasikmalaya, Chusna Arifah, M.Pd, Gr., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pendidik.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk menambah kompetensi guru, agar mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam bagi siswa,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd menyoroti pentingnya cara penyampaian pesan dalam proses pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh materi, tetapi juga oleh bagaimana materi tersebut dikomunikasikan.
“Pembelajaran tidak hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi bagaimana cara menyampaikannya. Metode komunikasi yang tepat akan menentukan sejauh mana peserta didik memahami materi,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan konsep tersebut dengan pendekatan Rasulullah SAW dalam menyampaikan ajaran. Penyampaian yang jelas, terarah, dan mudah dipahami menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang efektif.
“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan pesan dapat diterima dan dimaknai dengan baik oleh peserta didik,” tambahnya.
Dalam materi yang disampaikan, turut ditekankan bahwa guru memiliki posisi yang sangat mulia. Guru adalah mu’allim (pemilik ilmu), sedangkan peserta didik adalah murid yang memiliki kehendak dan keinginan. Oleh karena itu, seorang guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus terus belajar sepanjang hayat.
Hal tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai pengajar yang keras dan kasar, tetapi aku diutus sebagai pengajar yang memudahkan” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa pendekatan dalam mengajar harus mengedepankan kemudahan, bukan mempersulit.
Selain itu, Prof. Mubiar juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang positif dalam pembelajaran. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan suasana yang kondusif serta mendorong keterlibatan aktif siswa.
Melalui kegiatan ini, komunikasi dalam pembelajaran dipahami sebagai proses yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan persuasif, yang pada akhirnya mampu membentuk pola pikir serta sikap peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (Red)***
