SMAN 1 Langkaplancar Gelar In House Training Pendidikan Karakter Pancawaluya

SMAN 1 Langkaplancar Gelar In House Training Pendidikan Karakter Pancawaluya.

Ciamis — Ruangatas.com | SMAN 1 Langkaplancar kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Pancawaluya yang digelar selama dua hari, 4–5 Februari 2025, di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, caraka, petugas keamanan, perwakilan orang tua, serta perwakilan siswa. Keterlibatan lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas guru di ruang kelas.

Hadir sebagai narasumber, Drs. Sukirman, S.T., M.Si. dan Rifki Ahmad Fauzi, M.Pd. memberikan penguatan konseptual sekaligus gambaran implementasi nilai-nilai Pancawaluya dalam kehidupan sekolah. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada integrasi nilai karakter dalam budaya sekolah, mulai dari proses pembelajaran, interaksi sosial, hingga pengambilan keputusan di lingkungan pendidikan.

Kepala SMAN 1 Langkaplancar, Wini Windiani, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya sekolah berbasis nilai.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan karakter tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar hadir dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen sekolah menjadi kunci agar nilai-nilai Pancawaluya dapat terinternalisasi secara konsisten dan berkelanjutan.

SMAN 1 Langkaplancar Gelar In House Training Pendidikan Karakter Pancawaluya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Mila Hermalia Purnamasari, S.Pd., Gr., mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

“Ruang belajar tidak hanya ruang kelas, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama. Kami berharap komitmen yang dibangun dalam IHT ini bisa terus hidup dalam praktik keseharian di sekolah,” tuturnya.

Selama pelatihan, peserta terlibat dalam diskusi reflektif, berbagi pengalaman, serta menyusun komitmen bersama untuk mengintegrasikan nilai Pancawaluya dalam tata kelola dan budaya sekolah. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui IHT ini, SMAN 1 Langkaplancar menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter peserta didik. Di tengah dinamika perubahan zaman, sekolah berupaya menghadirkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan nilai sebagai fondasi generasi masa depan. (Red)***

Pos terkait