SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya Gelar Sosialisasi dan FGD Model Pembelajaran RADEC

SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya Gelar Sosialisasi dan FGD Model Pembelajaran RADEC.

Tasikmalaya — Ruangatas.com | SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus Focus Group Discussion (FGD) terkait implementasi model pembelajaran RADEC. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah laboratorium dan menjadi bagian dari upaya penguatan inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah, Jumat (25/7/2025)

Materi kegiatan disampaikan langsung oleh Dr. paed. H. Wahyu Sopandi, M.A., akademisi sekaligus penggagas model pembelajaran RADEC. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai konsep, filosofi, hingga strategi penerapan model pembelajaran yang dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Prodi S1 dan S2 PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, Dr. Ghulam Hamdu, M.Pd., yang didampingi oleh Ade Yulianto, M.Pd., bersama jajaran guru labschool UPI, serta perwakilan sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya. Kehadiran unsur akademisi dan praktisi pendidikan tersebut memperkuat nuansa diskusi ilmiah sekaligus refleksi praktik pembelajaran di lapangan.

Model pembelajaran RADEC sendiri merupakan inovasi yang dicetuskan oleh Prof. Dr. paed. H. Wahyu Sopandi, M.A., Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia. Model ini dirancang sebagai alternatif pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan abad ke-21, khususnya dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS).

Dalam pemaparannya, Wahyu Sopandi menekankan pentingnya transformasi paradigma pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru, melainkan mendorong keaktifan dan kemandirian peserta didik. Model RADEC yang merupakan akronim dari Read, Answer, Discuss, Explain, and Create menghadirkan tahapan pembelajaran sistematis yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan secara aktif.

Kepala SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya, Chusna Arifah, S.Pd., M.Pd., Gr menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.

“Sosialisasi dan FGD ini menjadi momentum penting bagi guru untuk memperkaya wawasan sekaligus memperkuat praktik pembelajaran inovatif. Model RADEC memberikan ruang bagi siswa untuk lebih aktif, berpikir kritis, dan kreatif dalam proses belajar,” ujarnya.

Ia berharap pemahaman yang diperoleh guru tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata di kelas.

“Kami berharap model pembelajaran ini dapat diterapkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta hasil belajar siswa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan modern. (Red)***

Pos terkait