Pengurus DKKT 2025–2030 Dilantik, Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Kolaborasi dan Regenerasi Budaya

Tasikmalaya — Ruangatas.com | Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi melantik jajaran pengurus Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) Masa Bhakti 2025–2030. Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, berlangsung di Aula Balekota Tasikmalaya, Rabu (31/12/2025).

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru pengelolaan seni dan kebudayaan di Kota Tasikmalaya. Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, unsur Forkopimda, serta para tokoh dan pegiat seni budaya dari berbagai bidang.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wali Kota Viman menegaskan bahwa pelantikan pengurus DKKT bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, momen ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, DKKT memegang peran strategis dalam menjaga denyut kebudayaan daerah, tidak hanya melalui pelestarian seni, tetapi juga lewat edukasi publik, peningkatan kesadaran budaya, serta penanaman nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Dengan menaungi berbagai komite kesenian dan kebudayaan, DKKT diharapkan tumbuh sebagai ruang yang hidup, inklusif, dan produktif.

“Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen mendukung ikhtiar kebudayaan melalui kolaborasi, dialog, dan sinergi yang sehat. Seni dan budaya yang dirawat dengan baik akan memperkuat karakter masyarakat, memperkaya ruang pendidikan, sekaligus membuka peluang tumbuhnya kreativitas dan ekonomi berbasis budaya,” ujar Viman.

Sementara itu, Ketua DKKT Masa Bhakti 2025–2030, Tatang Supriatna Sumpena, menyampaikan komitmennya untuk membawa DKKT menjadi lembaga yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menjelaskan bahwa Dewan Kesenian kini telah bertransformasi dengan menambahkan rumpun kebudayaan, sehingga nomenklaturnya berubah menjadi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya.

Selain perubahan nama, struktur organisasi DKKT juga mengalami penyesuaian, dari sebelumnya berbasis rumpun menjadi sistem komite. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kerja kolaboratif antarbidang seni dan kebudayaan.

Tatang berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap memberikan dukungan nyata, termasuk keberlanjutan dana hibah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama kegiatan kesenian dan kebudayaan.

“Kami berkomitmen merangkul dan mendukung seluruh komunitas seni dan budaya, khususnya yang ada di Kota Tasikmalaya, agar lebih aktif, kreatif, dan berdaya dalam memajukan kebudayaan daerah,” ujarnya.

Di akhir acara, Wali Kota Viman berpesan agar para pengurus DKKT menjalankan amanah dengan ketulusan, menjaga seni budaya dengan sepenuh hati, serta membangun kerja sama yang terbuka dan inklusif. Hal tersebut dinilai penting agar warisan budaya tetap terjaga, sekaligus melahirkan kreativitas-kreativitas baru yang membanggakan Kota Tasikmalaya. (***)

Pos terkait